WASIT asal Jepang, Toshikazu Sano meniupkan peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Sontak, seperti terlihat di layar TVRI, segelintir pendukung Indonesia yang hadir di Stadion Nasional Bangkok, bersorak kegirangan.
Di lapangan, pelatih Sinyo Aliandoe dan seluruh anggota skuadnya, juga tampak mengekspresikan kegembiraannya dengan berbagai cara. Kegembiraan dan kebanggaan pun, hampir bisa dipastikan menjadi milik jutaan penggemar sepak bola nasional yang nongkrong di depan layar kaca ketika itu.
Momentum membanggakan itu terjadi pada Jumat, 29 Maret 1985, ketika Herry Kiswanto dan kawan-kawan mempermalukan Thailand 1-0 di depan puluhan ribu pendukungnya sendiri. Gol hasil tendangan Heri Kiswanto ke gawang Thailand dari jarak sekitar 40 meter, gagal dibalas Vitthaya Laohakul dkk. Kemenangan ini terasa dramatis, karena timnas harus bermain 10 orang menyusul diusirnya Rully Nere dari lapangan.
Sinyo Aliandoe menurunkan formasi Hermansyah (kiper), Ristomoyo, Marzuki Nyakmad, Heri Kiswanto, Warta Kusumah, Aun Harhara, Elly Idris, Zulkarnain Lubis, Bambang Nurdiansyah, Rully Nere, dan Wahyu Tanoto. Sedangkan pelatih Thailand, Sainor Chaiyong menurunkan Chalit Suttabin (kiper), Voravudh Daengsamer, Surak Chaikitti, Sompong Wattana, Sangnapol Chalermvud, Sutin Chaikitti, Chalor Hongkajohn, Thanis Areesngarkul, Sompong Nantapraparsil, Vitthaya Laohakul, dan Vitoon Kijmongkol.
Bagi Indonesia, kemenangan itu sekaligus mengukuhkan dominasi atas Thailand pada babak kualifikasi Piala Dunia 1986 Zona Asia Sub Grup IIIB. Sebab, pada laga pertama di Stadion Utama Senayan Jakarta, 14 hari sebelumnya, tim Merah Putih juga menang 1-0 lewat gol tunggal Dede Sulaeman pada menit ke-84.
Berkat kemenangan itu pula, Indonesia yang dalam tiga pertandingan sebelumnya tak terkalahkan, berhasil mengamankan tiket ke babak selanjutnya untuk menantang juara Subgrup IIIA, Korea Selatan, meski dalam dua laga terakhirnya dikalahkan Bangladesh 1-2 dan bermain imbang dengan India 1-1. Meski akhirnya Indonesia gagal lolos ke Meksiko, tempat putaran final Piala Dunia 1986 dipentaskan, karena kalah 0-2 dan 1-4 dari Korea Selatan, dua kemenangan atas Thailand itu tetap menjadi kenangan indah buat publik sepak bola nasional hingga saat ini.
Momentum 23 tahun silam itu memang hanya tinggal kenangan. Itulah kemenangan terakhir timnas atas Thailand. Sejak saat itu, timnas tak pernah bisa lagi mencatat kemenangan atas "Negeri Gajah Putih" itu dalam berbagai pertandingan yang oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) masuk dalam kategori "A". Jaya Hartono dan Robby Darwis memang pernah mengalahkan Thailand pada perebutan medali perunggu SEA Games 1989 di Kuala Lumpur dan final SEA Games 1991 di Manila. Tetapi, karena diraih melalui drama adu penalti, dua keberhasilan itu tidak dimasukkan FIFA ke dalam statistik kemenangan, melainkan dianggap seri.
Sejak kemenangan terakhir di Bangkok itu, Indonesia sudah bertemu 14 kali dengan Thailand. Hasilnya, 6 kali kalah dan 8 kali seri. Satu kekalahan timnas yang paling memalukan adalah ketika dibantai Thailand 7-0 di SEA Games 1985 di Bangkok. Ada juga kekalahan 2-3 yang diwarnai insiden gol bunuh diri secara sengaja oleh Mursyid Effendi pada Piala Tiger 1998 di Ho Chi Minh City, Vietnam.
Secara keseluruhan, sejak pertama kali bertemu di Turnamen Merdeka Games 1957, hingga menjelang babak semifinal pertama Piala AFF 2008 di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa (16/12) ini, timnas sudah bertarung 58 kali dengan Thailand. Dari rekor pertemuan tersebut, statistik masih menunjukkan dominasi Thailand, karena mereka bisa menang dalam 27 pertemuan, sedangkan Indonesia hanya mencatat 15 kali kemenangan dan 16 pertemuan sisanya berakhir imbang.
Saking kuatnya dominasi Thailand atas Indonesia, menjelang pertemuannya yang ke-59 di babak semifinal Piala AFF 2008 di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa (16/12), bayang-bayang kegagalan pun tetap menghantui tim Merah Putih. Namun, penggemar sepak bola nasional tentu berharap, tim asuhan Benny Dollo bisa mengakhiri dominasi Thailand itu. Ya, semua berharap, kemenangan 23 tahun silam di Bangkok bakal terulang di Senayan. Semoga! (Endan Suhendra/"GM")***
sumber :
http://www.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=48310
Tidak ada komentar:
Posting Komentar